Dilansir dari ladbible.com “ Hacking Collective Anonymous Declares ‘Cyber War’ Against Vladimir Putin’s Government ” pada tanggal (25/02/2022). Dijelaskan bahwa kelompok peretas yang dikenal sebagai ‘Anonim’ telah menyatakan ‘perang dunia maya’. Melalui cuitan di twitternya.
Anonymous adalah kelompok peretas internasional yang keanggotaannya bersifat desentralisasi. Para anggota biasanya dikenal mengenakan gambar topeng Guy Fawkes untuk menutupi jati diri mereka.
Secara umum, anonymous adalah menentang sensor dan kontrol internet dan mayoritas tindakan mereka menargetkan pemerintah, organisasi, dan perusahaan yang mereka tuduh melakukan penyensoran. Anonymous adalah pendukung awal gerakan pendudukan global dan Arab Spring.
Pada Kamis pagi tanggal 24 Februari 2022 Putin mengumumkan keputusannya untuk memulai operasinya dalam pidato yang disiarkan televisi.
Melalui akun twitter @YourAnonNews, mereka menulis: “Kolektif Anonymous secara resmi dalam perang dunia maya melawan pemerintah Rusia.”
Setelah dari cuitan akun twitter @YourAnonNews, selang waktu 30 menit saluran TV rusai RT.com sudah mereka hapus yang didukung Rusia, yang disiarkan di Inggris.
Kelompok ini sekarang memiliki 6,5 juta pengikut di Twitter dan telah dikaitkan dengan serangan online di seluruh dunia. Tujuan dari serangan kelompok ini yaitu untuk ‘menghukum’ pemerintah atas kebijakan yang tidak disetujui oleh para peretas. Dalam perang melawan Ukraina, 137 orang dikatakan tewas pada hari pertama serangan, lapor Sky News, karena 100.000 warga sipil telah meninggalkan rumah mereka.
Beberapa ledakan terdengar sebelum fajar di Kyiv saat para pemimpin Barat menjadwalkan pertemuan darurat saat Presiden Ukraina Zelenskyy memohon bantuan internasional.
Khawatir akan serangan Rusia di ibu kota, ribuan orang pergi jauh ke bawah tanah saat malam tiba pada Kamis (24 Februari).